Selasa, 18 November 2025

SEJARAH PEMPEK

https://id.wikipedia.org/wiki/Pempek 



Pempek, mpek-mpek, atau empek-empek adalah makanan khas Palembang, Sumatera Selatan. Pempek terbuat dari daging tenggiri atau gabus yang digiling lembut, dicampur tepung kanji atau tepung sagu, serta dengan bahan-bahan lain seperti telur, bawang putih halus, penyedap rasa, dan garam. Pempek biasanya disajikan dengan kuah yang disebut cuko yang terasa asam, manis, dan pedas.[1]

Ada pula pempek panggang yang seperti namanya, yakni pempek yang dimasak dengan cara dipanggang. Pempek jenis ini biasanya disajikan dengan isian ebi atau sambal, memberikan cita rasa yang khas dan berbeda dari pempek pada umumnya. Tekstur bagian luarnya yang sedikit garing berpadu dengan rasa gurih dan aroma bakaran yang menggoda selera, menjadikannya favorit bagi pecinta kuliner khas Palembang yang ingin mencoba variasi pempek yang unik.[2] Selain itu, pempek juga dapat ditemukan di berbagai daerah di luar Palembang, baik yang dibuat oleh pendatang asal Palembang maupun masyarakat lokal. Pempek juga dikenal luas sebagai salah satu ikon kuliner Indonesia yang telah diperkenalkan dalam berbagai festival makanan, acara diplomasi budaya, serta menjadi hidangan yang mewakili Indonesia di kancah internasional.[3]

SEJARAH NASI UDUK

https://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_uduk


Nasi uduk
 adalah hidangan yang dibuat dari nasi putih yang diaron dan dikukus dengan santan, serta dibumbui dengan pala, kayu manis, jahe, daun serai, dan merica, yang populer di hidangan Betawi.[1] Nasi uduk tergolong sebagai makanan sepinggan dengan cita rasa gurih, yakni makanan yang disajikan dalam satu piring, dengan kandungan energi di atas 300 kalori, dan terdiri dari serealia atau umbi sebagai makanan pokok, didampingi oleh sayuran, produk hewani, dan kacang-kacangan.[2]

Nasi uduk biasa dihidangkan dengan emping goreng, tahu goreng, telur dadar atau telur goreng yang diiris, abon kering, tempebawang gorengayam gorengtimun, serta sambal kacang.[butuh rujukan]


Menurut buku "Makanan Khas Betawi" (2018) karya Lilly T. Erwin, nasi uduk adalah hidangan khas Betawi yang sangat populer dan mudah ditemukan di setiap sudut kota Jakarta.[1] Meskipun kini hidangan ini dikaitkan dengan Jakarta, sejarawan kuliner berpendapat bahwa asal mula nasi uduk dapat ditelusuri berasal dari pengaruh dua budaya kuliner; yakni Melayu dan Jawa.[1][13]

Menurut sejarawan, terdapat hubungan dagang yang erat dan migrasi antara kota bandar pelabuhan Malaka dan Batavia, yakni pedagang dan pendatang dari Malaka ada yang datang dan bermukim di Batavia. Dalam sebuah diskusi bertajuk "Kuliner Betawiห Silang Budaya", menurut seorang ahli kuliner Betawi, Pudentia, orang Melayu ada yang pindah dari Malaka ke Batavia, yang mana mereka pun membawa masakan khas mereka yakni nasi lemak.[1] Sementara itu, pendatang suku Jawa dari Mataram pun terbiasa memasak nasi dengan santan yang disebut sega gurih.[1] Apalagi setelah jatuhnya Portugis Malaka ke tangan Belanda pada tahun 1641, maka hubungan dagang bandar Malaka dan Batavia kian erat, karena keduanya dimiliki Belanda. Jejak migrasi suku Melayu ke Batavia dapat terlihat dari adanya nama bernuansa Melayu, yakni Kampung Melayu, dekat Jatinegara, di Jakarta Timur.[butuh rujukan]

Ada pula yang memercayai bahwa nasi uduk konon berasal dari buah pikir Sultan Agung dari Mataram, yang terinspirasi oleh pengalamannya memakan nasi kebuli.[14] Hidangan ini mulai dibuat penduduk pulau Jawa dan dipopulerkan oleh Hindia Belanda setelahnya.[14]

Menurut Babad Tanah Jawi, sultan Mataram gemar makan "nasi arab", yang mungkin merujuk pada berbagai jenis Pilaf atau nasi bergaya Arab. Hidangan nasi dari Arab sering disebut nasi kebuli (populer di kalangan keturunan Arab di Indonesia) atau nasi biryani (hidangan Muslim India). Kedua hidangan tersebut paling umum dikenal di kalangan Muslim Jawa pada saat itu. Sultan Agung kemudian memutuskan untuk membuat "hidangan Arab" versi lokal, menggunakan bahan-bahan lokal. Ia melakukan ini antara lain untuk mengurangi pengeluaran negara (biaya untuk membeli bahan-bahan impor untuk membuat masakan nasi khas Arab sangat tinggi) dan untuk meningkatkan kebanggaan lokal.[4]

Tak lama kemudian, sega uduk menjadi bagian dari "syarat" dalam upacara "terima kasih" adat Jawa, yang sering disebut banca'an (bancakan) atau slametan. Nasi uduk dapat ditemukan dalam sega berkat,[15] paket makanan (biasanya berisi nasi, sayuran, dan lauk pauk), atau disajikan sebagai tumpeng, untuk dibagikan setelah upacara atau acara selesai. Sega uduk juga menjadi hidangan wajib untuk disajikan saat Wiwitan, ritual persembahan menjelang panen yang biasanya diadakan di beberapa daerah Jawa.[16]

Nasi uduk diperkenalkan ke Batavia oleh para pendatang dari Jawa pada tahun 1628, dan kemudian menjadi hidangan populer di Batavia.[14] Orang Betawi yang menjual masakan ini akan sering menambahkan sentuhan Betawi dengan menambahkan tanduk kambing. Nasi uduk juga populer di kalangan diaspora Jawa di Suriname dan Belanda. Dalam bahasa Belanda nasi uduk disebut in kokosmelk gekookte rijst atau met kokosmelk gekookte rijst, yang artinya nasi yang dimasak dalam santan atau nasi yang dimasak dengan santan.[17][18]

SEJARAH CUANKI

https://id.wikipedia.org/wiki/Cuanki


Cuanki
 adalah salah satu jajanan yang populer dari kota Bandung yang berbahan dasar ikandaging sapitepung tapioka, dan bumbu penyedap lainnya yang disajikan dengan kuah kaldu yang kuat berisi bakso, siomay kukus, siomay goreng, tahu goreng, dan tahu rebus dengan taburan bawang goreng dan daun seledri.


Asal mula Cuanki berasal dari merk dagang penganan Tim Sam (dimsum) berkuah bernama Bakso Tahu Kuah Choan Kie (Hanzi: ่ณบๆฐฃPe̍h-ลe-jฤซ: Choรกn Khรฌ), di daerah Bandung dan berproduksi di kota Cimahi. Choan Kie sendiri mengandung arti rezeki.[1]

Cuanki berbentuk semacam siomay atau bakso tahu yang kering, yang kemudian diberi kuah.

Pada dekade tahun 80-an, sejumlah mantan pegawai Choan Kie yang kebanyakan orang-orang dari beberapa wilayah, seperti Bandung, Garut dan Ciamis, kemudian mencoba memproduksi dan berjualan sendiri. Para pedagang memodifikasi bahan dasar yang awalnya minyak dan daging babi menjadi ikan hiu, agar bisa dikonsumsi masyarakat umum. Ternyata respons pasar bagus, makanan berkuah itu menjadi alternatif baru di antara bakso dan mie ayam.

Para pedagang menjajakan dengan cara memikul dan berjalan kaki secara berkeliling, sebagaimana para penjual bakso dan mie ayam di masa itu.

Oleh sebab itu, terdapat juga nama yang unik yaitu "Cari Uang Jalan Kaki". Berbeda dari hidangan bakso pada umumnya, cuanki memiliki cita rasa yang menggugah selera.[2]

SEJARAH BUBUR AYAM



Bubur ayam atau umum pula disebut buryam adalah salah satu jenis makanan dari Indonesia. Bubur nasi adalah beras yang dimasak dengan air yang banyak sehingga memiliki tekstur yang lembut dan berair. Bubur biasanya disajikan dalam suhu panas atau hangat. Bubur ayam disajikan dengan irisan daging ayam dengan beberapa tambahan bumbu, seperti kecap asin dan kecap manis, merica, garam, dan terkadang diberi kaldu ayam. Bubur dilengkapi dengan taburan daun bawang cincang, bawang goreng, seledri, tongcai (sayur asin), kacang tanah goreng atau terkadan kedelai goreng, cakwe, dan kerupuk. Bubur ayam cocok bagi mereka yang kurang menyukai masakan Indonesia yang pedas, karena bubur umumnya tidak pedas; sambal atau saus cabai disajikan secara terpisah.

Bubur ayam kerap menjadi pilihan makanan untuk sarapan, tetapi bubur ayam sebenarnya dapat dimakan kapan saja. Selain sarapan, bubur ayam kerap menjadi pilihan hidangan hangat di tengah malam. Karena teksturnya yang lembut serta memiliki kandungan gizi yang cukup baik,bubur ayam kerap dijadikan makanan bayi, anak-anak, atau orang sakit yang tengah dirawat untuk pemulihan.

HARI LIBUR NASIONAL & CUTI BERSAMA TAHUN 2023


 

1.3.a.3. Mulai dari Diri - Modul 1.3

 






https://drive.google.com/file/d/1fxFA-HK4YhGnY3w4Jkhsqxjqsi0kLrgW/view?usp=sharing


๐Ÿ“” "Ketika Sumpah Berbicara"

 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


๐ŸŒฑIkuti Kajian Kitab Fikih Keluarga bab: tentang Li'an insyaAllah bersama :


Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, Lc., M.A.

(Dosen STDI Imam Syafi'i Jember)


๐Ÿ“” "Ketika Sumpah Berbicara"


InsyaAllah :


๐Ÿ—“ Rabu, 21 Jumadil Awal 1447 / 12 November 2025


๐Ÿ•ฐ 18:00/Ba’da Maghrib (Waktu Jember & Sekitarnya)


๐Ÿ“Masjid Abdillah - Rabbani Residence Jember


๐Ÿ‘ฅ Terbuka untuk Umum


๐ŸŽฌ Live di Channel Youtube Syafiq Riza Basalamah Official & Fanpage Facebook Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.






SAATNYA BERKREASI


 

Unduh SK Penetapan Akreditasi Automasi Dikdas Tahap 2 Tahun 2025

https://ban-pdm.id/news/detail/2025/11/unduh-sk-penetapan-akreditasi-automasi-dikdasmen-tahap-2-tahun-2025 



Mari bersama memeriahkan Peluncuran Digitalisasi Pendidikan oleh Presiden Republik Indonesia

 Mari bersama memeriahkan Peluncuran Digitalisasi Pendidikan oleh Presiden Republik Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ✨


Acara ini menjadi momentum besar percepatan transformasi pendidikan di Indonesia menuju layanan yang lebih modern, inklusif, dan berkualitas.


๐Ÿ“… Tanggal: 17 November 2025

๐Ÿ•’ Waktu: 10.00 WIB (menyesuaikan rundown)

๐Ÿ“ Lokasi / Link: https://www.youtube.com/watch?v=ZmPgC_l64mU


Mohon dukungan Bapak/Ibu untuk:

๐Ÿ“Œ Menghadiri tepat waktu

๐Ÿ“Œ Memastikan perangkat dan jaringan siap

๐Ÿ“Œ Berpakaian rapi dan siap memberi kesan terbaik

๐Ÿ“Œ Membagikan semangat positif kepada seluruh satuan pendidikan


Mari sukseskan bersama dan jadikan momentum ini sebagai langkah besar menuju Pendidikan Indonesia Emas! ๐ŸŒŸ๐Ÿ“š๐Ÿ’ป

MATERI BIMTEK DIGITALISASI PEMBELAJARAN

๐ŸŸฅ SD: s.id/Digitalisasi-SD 


๐ŸŸฆ SMP:  s.id/Digitalisasi-SMP


๐ŸŸฆ SMP: s.id/Digitalisasi-SMP-Media


๐ŸŸซ SMA: s.id/Digitalisasi-SMA-2025


๐ŸŸฉ PAUD: s.id/DigitalisasiPembelajaran-PAUD



PESAN PRESIDEN PRABOWO UNTUK GURU DAN SISWA DI INDONESIA


 

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH TENTANG KESESUAIAN BIDANG TUGAS, MATA PELAJARAN, DAN KELOMPOK MATA PELAJARAN DENGAN SERTIFIKAT PENDIDIK BAGI GURU D

https://drive.google.com/file/d/1_8VIxnYfv1U4LbGg2KmfCsJk2Oa6M6DS/view?
usp=drive_link
 

proses belajar dalam mencapai capaian pembelajaran

 




CHANNEL YOUTUBE SAYA

 


Memulai

 Hari ini saya mencoba mengaktifkan blog untuk merekam apapun yang saya lakukan dalam dunia pendidikan, semoga bermanfaat

Golongan 3B PNS adalah Penata Muda Tingkat I, dengan gaji pokok sekitar Rp2.903.600 - Rp4.768.800. Untuk mencapai golongan ini, kamu harus m...